08 April 2010

Pascagempa, Tak Ada Kerusakan di Padang

Gempa Sumbar-Gempa bumi dengan kekuatan 7,2 skala Richter yang berpusat di laut pada kedalaman 75 kilometer sebelah tenggara Sinabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (7/4/2010) pagi terasa hingga di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Getaran gempa yang kebanyakan dirasakan warga usai menunaikan ibadah sholat Subuh itu sempat membuat beberapa orang berlarian keluar rumah.
Sekitar satu menit. Tetapi tidak ada kerusakan akibat gempa itu.

Namun, tidak ada kerusakan ataupun korban yang jatuh akibat guncangan yang berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terjadi pada pukul 05.15 itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, Harmensyah mengatakan, intensitas gempa bumi itu di Kota Padang mencapai II modified mercalli intensity (MMI). "Memang agak lama juga, sekitar satu menit. Tetapi tidak ada kerusakan akibat gempa itu," ujarnya.

Baca Lebih Lanjut Tentang.. - Pascagempa, Tak Ada Kerusakan di Padang

06 April 2010

Pascagempa Kasus Penganiayaan Meningkat 60 Persen

Gempa Sumbar-Sejak pascagempa 30 September 2009, kasus penganiayaan di wilayah hukum Polresta Pariaman meningkat. Hal itu disebabkan beberapa faktor, di antaranya terganggunya psikis masyarakat akibat kerusakan tempat tinggal karena gempa, dan meningkatnya permasalahan ekonomi.

Kapolresta Pariaman, AKBP Drs Heri Maryadi, Rabu (17/03/2010) menyebutkan, pada Januari 2010 terdapat 25 kasus penganiayaan dari 30 kasus kriminalitas yang ditangani jajarannya. "Peningkatan itu terjadi sejak gempa," katanya.

Kasus penganiayaan di wilayah hukum Polresta Pariaman, kata Kapolres, berada pada urutan ke-3 di Sumbar. Persentase kenaikannya pasca gempa sebesar 60 persen dari 350 kasus.

Namun demikian, jelas Kapolres, dalam penyelesaian kasus penganiayaan ini, sebagian besar dapat ditempuh dengan cara kekeluargaan. Penyesalan dari tersangka penganiayaan masih tinggi, sehingga kasus ini tidak banyak yang sampai ke pengadilan. "Kesadaran hukum dari masyarakat yang mulai meningkat, membuat penyelesaiannya dapat dilakukan secara kebersamaan," katanya. (*)
Baca Lebih Lanjut Tentang.. - Pascagempa Kasus Penganiayaan Meningkat 60 Persen

14 Oktober 2009

Ketua Umum PPP Temui Korban Gempa

Politisi PPP Irgan Chairul Mahfiz, Lukman Hakim Saifudin & Suryadharma Ali (Antara/ Widodo S Jusuf)
Gempa Sumbar-- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Suryadharma Ali, mengunjungi korban gempa Sumatera Barat hari ini. Surya berkeliling kawasan yang terkena gempa sambil memberi bantuan.


Suryadharma bergabung dalam rombongan PPP Peduli Bencana Gempa Sumatera Barat, Selasa 13 Oktober 2009. "Tidak lupa mampir takziah ke kediaman salah seorang kader PPP yang wafat," kata Fetris Oktri Hardi, anggota Fraksi PPP Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pasaman yang menemani Suryadharma.

Hingga hari ini, Selasa 13 Oktober 2009, korban meninggal akibat gempa bumi di Sumatera Barat sebanyak 809 orang. Korban hilang tercatat 241 orang, sebagian besar akibat tanah longsor di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 237 orang.

Seperti dilansir Badan Penanggulangan Bencana Nasional, 13 Oktober 2009, kerusakan rumah 265.067 unit, di mana 135.333 unit rumah rusak berat. Sedangkan sekolah yang rusak 4.494 dimana 2.073 unit rusak berat, dan fasilitas kesehatan yang rusak 105 unit.

Sarana dan prasarana vital berupa listrik, telekomunikasi, pasar, perbankan, fungsi layanan kesehatan di daerah yang mengalami dampak bencana paling parah seperti Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Pariaman dan Agam sudah kembali normal.

Pendidikan telah berjalan mulai hari Senin 12 Oktober 2009. Bagi sekolah-sekolah yang rusak berat, kelasnya diganti sementara dengan tenda darurat.

Stok obat-obatan, minuman pengganti air susu ibu, permakanan dan tenaga dokter mencukupi. Saat ini tersedia 55 ton minuman pengganti air susu ibu di mana 20 ton telah tersedia di Padang, selebihnya masih dalam perjalanan menuju Padang.

• VIVAnews

Baca Lebih Lanjut Tentang.. - Ketua Umum PPP Temui Korban Gempa

Besok, Menlu Jepang Tinjau Lokasi Gempa

Gempa di Kota Padang : Bantuan Luar Negeri (AP Photo/Tundra Laksaman)


Menurut Okada, untuk sementara ini pelayanan medis dan bantuan keperluan sehari-hari memang dibutuhkan. Namun untuk jangka panjang dan menengah, membangun kembali infrastruktur yang hancur merupakan suatu kebutuhan penting.

"Dalam diskusi dengan Menlu Hassan Wirajuda, ada ide untuk membangun sekolah-sekolah dan rumah sakit. Itu akan dipertimbangkan," kata Okada.

Bagaimanapun lanjut Okada, Jepang harus mempelajari bagaimana keperluan dan apa yang dibutuhkan di lokasi bencana, dan juga pemikiran dari pemerintah Indonesia.

Jepang merupakan negara yang kerap diguncang gempa. Negeri yang dihantam Topan Melor pada 8 Oktober lalu tersebut telah menerapkan sistem pencegahan dan penanganan bencana alam pasca gempa besar Kobe.

Untuk itu, mereka juga berniat membantu negara-negara di kawasan Asia atau Asia Tenggara yang sering mengalami bencana seperti topan, gempa, dan tsunami.

"Kami akan menggunakan pengalaman sediri untuk membantu negara-negara di Asia atau Asia Tenggara dalam menciptakan sistem tersebut," kata Okada. Okada menambahkan, membantu di bidang penanganan dan pencegahan bencana merupakan suatu pilar penting dalam gagasan East Asian Community.

Sementara itu, Wirajuda mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi bagi bantuan yang telah diberikan pemerintah Jepang dalam masa tanggap darurat di Sumatra Barat, seperti pengiriman tim penyelamat, misi dari pasukan ketahanan Jepang, serta organisasi-organisasi non pemerintah Jepang.

Kedua negara juga bertekad meningkatkan hubungan bilateral di bidang investasi, ekonomi, dan perdagangan. Bagi Indonesia, kata Wirajuda, Jepang merupakan mitra dagang terbesar. Pada 2008, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Jepang mencapai US$43 miliar.

"Di bawah perjanjian Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement yang ada sejak Juli tahun lalu, hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Jepang pasti akan terus meningkat," kata Wirajuda.

Okada yang sebelum datang ke Indonesia melakukan kunjungan ke Afganistan dan Pakistan ini juga ingin melanjutkan diskusi dengan Indonesia untuk membahas kerja sama apa yang diperlukan untuk memberi bantuan bagi Afghanistan dan Pakistan.

• VIVAnews
Baca Lebih Lanjut Tentang.. - Besok, Menlu Jepang Tinjau Lokasi Gempa

Asing Ramai-ramai Bangun Sekolah di Pariaman

Gempa di Kota Padang : Bantuan Luar Negeri (AP Photo/Irwin Fedriansyah)
Gempa Sumbar-Militer, LSM dan pemerintah Prancis, Jerman dan Australia akan membangun kembali gedung-gedung sekolah yang runtuh akibat gempa 7,9 SR di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).


Komitmen bantuan itu telah disampaikan kepada pemerintah kota Pariaman dan diharapkan segera dapat dilaksanakan, kata Kepala Bidang Pendidikan Taman kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Nasional Pariaman, Nusyirwan di Pariaman, Selasa, 13 Oktober 2009.

Ia menjelaskan, militer Prancis melalui Architekture (semacam Yon Zipur di TNI, red) akan membangun kembali gedung SD 09 dan SD 14 Cubadak Air Kota Pariaman yang hancur dan rata dengan tanah akibat gempa.

Kemudian, LSM asal Jerman STZ menyampaikan komitmen membangun kembali SD 07, SD 10 dan SD 11 Kota Pariaman yang juga hancur karena gempa yang terjadi Rabu 30 September 2009 lalu.

Sedangkan pihak pemerintah Australia akan membangun kembali gedung SD 12 Sirambang, SD 20 Labung dan SD 15 Sungai Patang, Kota Pariaman, tambahnya, seperti yang dilansir tvone.co.id.

Selain bantuan pembangunan kembali gedung SD diberikan pihak internasional, dari dalam negeri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan membangun kembali gedung Sd 26 Cubadak dan SD 20 Sungai Sirah, Kota Pariaman.

Lalu, sebuah stasiun televisi swasta nasional juga telah melihat dan merencanakan membangun kembali gedung sekolah pada empat SD. "Tapi pelaksanaan berapa yang akan dibangun ditentukan kemudian oleh pimpinan stasiun TV itu," tambah Nusyirwan.

Baca Lebih Lanjut Tentang.. - Asing Ramai-ramai Bangun Sekolah di Pariaman

10 Oktober 2009

reruntuhan gedung SMk Muhammadiyah


reruntuhan gedung SMK Muhammadiyah Padang sangat parah. sehingga tidak layak untuk dijadikan ruang pembelajaran.
Baca Lebih Lanjut Tentang.. - reruntuhan gedung SMk Muhammadiyah

Masjid Muhammadiyah roboh


mesjid Muhammadiyah Simpang Harau roboh akibat gemap di di Sumatera barat. masjid tersebut yang semula diua lantai kini rata menjadi satu lantai. akibatnya masjid tersebut tidak dapat digunakan kembali.
Baca Lebih Lanjut Tentang.. - Masjid Muhammadiyah roboh

Artikel Lain